Suatu
hari Rasulullah bertemu dengan seorang Arab Badui. Beliau segera mengambil
kesempatan untuk mendakwahinya. Nabiyullah pun memanggil si pria Badui dan
berkata,
“Wahai orang Badui, engkau hendak ke mana?”
sapa nabi.
“Pulang ke rumah,” ujarnya
singkat.
Rasulullah kemudian bertanya lagi, “Apakah
kau ingin kebaikan?”
Pria Badui itu pun penasaran, “Kebaikan
apa?”
Nabiyullah
lalu berkata, “Engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak
diibadahi selain Allah, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan-Nya.”
Arab Badui itu pun tak lekas bersyahadat. Ia tak mudah
percaya meski yang diajak bicara adalah Al Amin. Ia lantas menanyakan sebuah
bukti ataupun saksi.
“Siapa yang menjadi saksi atas apa
yang kau katakan itu?” tanyanya.
“Pohon
ini,” Rasulullah menunjuk sebuah pohon, ada yang berpendapat bahwa itu
adalah pohon kurma. Pohon itu berdiri tegak di atas akarnya, di tepi sebuah
lembah.
Begitu Rasulullah menunjuknya, pohon itu tiba-tiba
bergerak. Dengan ajaib, pohon kurma itu berjalan menuju Rasulullah kemudian
berhenti tepat di hadapan nabiyullah. Pohon itu pun kemudian merunduk di
hadapan sang kekasih.
Rasulullah lalu meminta pohon tersebut untuk bersaksi
tiga kali sebagaimana sabda beliau. Yakni bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang
berhak diibadahi selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah. Pohon itu pun
melakukannya. Ia bersyahadat tiga kali.
Setelah itu, Rasulullah menyuruh pohon itu kembali ke
tempatnya. Ia menuruti dan berjalan kembali ke tepian lembah. Arab Badui yang
menyaksikan begitu terkejut. Ia menyaksikan keajaiban mukjizat Rasulullah
dengan mata kepalanya. Pria Badui itu pun kemudian bersyahadat di hadapan nabi,
saat itu juga.
Kisah tersebut diketahui dari beberapa hadits. Salah
satunya hadits dari Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh At Tirmidzi.
Mukjizat Rasulullah
Persaksian sebuah pohon kurma hanyalah salah satu
mukjizat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad. Rasulullah memiliki mukjizat
yang lebih besar dan lebih banyak. Bahkan mukjizat nabiyullah menandingi
mukjizat-mukjizat para nabi sebelum beliau.
Sebagian ulama berpendapat bahwa mukjizat Rasulullah
mencapai jumlah 3 ribu. Angka tersebut belum termasuk mukjizat Al Qur’an yang
di dalamnya terdapat 60 atau 70 ribu mukjizat. Belum termasuk pula setiap
perilaku, ucapan, dan sirah Rasulullah yang sejatinya menyimpan keajaiban dan
kebenaran akan dakwah Islam.
Hal ini sebagaimana ucapan Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyyah. Ia berkata, “Ayat-ayat dan petunjuk yang menunjukkan kenabian Nabi
kita Muhammad sangatlah banyak dan beragam, lebih banyak dan lebih agung
daripada ayat-ayat nabi sebelum beliau. Perjalanan hidup Rasulullah
sesungguhnya termasuk tanda kenabian. Demikian pula akhlak, sabda, perbuatan,
syariat, umatnya, dan karamah-karamah orang-orang saleh dari umat beliau, semua
itu termasuk ayat (tanda kenabian) beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Senada, Al Qadhi Iyadh pun menuturkan bahwasanya Nabi
Muhammad merupakan nabi yang paling banyak mukjizatnya. Karena jumlahnya yang
sangat banyak itu, sampai-sampai tak ada yang mampu menghitungnya. Al Qadhi
berkata,
“Beliau adalah rasul yang paling banyak membawa
mukjizat, paling menakjubkan tanda (kerasulannya), dan paling tampak bukti
(kerasulannya)… Tidak ada tulisan yang mengumpulkan semua mukjizat beliau yang
sangat banyak itu. Bahkan, satu saja dari mukjizat beliau, yaitu Al Qur’an,
tidak ada yang bisa menyebutkan jumlah mukjizat yang terkandung (di dalamnya)
dengan angka seribu, dua ribu, atau lebih.”
Masya Allah, betapa menakjubkan pengutusan Muhammad
sebagai nabi dan Rasul. Maka sungguh buta orang-orang yang enggan beriman
kepada beliau. Mengingat telah terang pada diri beliau sederet mukjizat yang
tak terhitung jumlahnya.
Bahkan sebatang pohon pun mengaku beriman kepada nabi,
sebagaimana kisah di atas. Jika pohon yang tak dianugerahi akal saja bisa
memahami dan meyakini kerasulan Muhammad, bagaimana mungkin manusia yang
berakal tak bisa mengimaninya?.
Wallahu’alam
bi shawwab.