جاء رجل إلى النبي صلى الله
عليه و سلم، فقال له ( يا رسول الله، إن أبي أخذ مالي ). فقال له المصطفى عليه الصلاة
و السلام : ( اذهب فأتني بأبيك)
Diceritakan,
ada seorang laki-laki yang datang menghadap kepada Nabi Muhammad SAW. kemudian
laki-laki itu berkata kepadanya : "Wahai Rosululloh, sesungguhnya Ayahku
telah mengambil hartaku." Kemudian Nabi SAW. menjawab : "Pergilah dan
datanglah lagi bersama dengan Ayahmu !"
فلما جاء الشيخ ، قال النبي
: (( ما بال ابنك يشكوك، أ تريد أن تأخذ ماله ؟ ) . فقال له : (سله يا رسول الله ،
هل أنفقه إلا على إحدى عماته أو خالاته أو على نفسي؟). فقال له النبي صلى الله عليه
و سلم : ( دعنا من هذا. أخبرني عن شيء قلته في نفسك ، ما سمعته أذناك ). فقال الشيخ
: ( و الله يا رسول الله، ما يزال الله يزيدنا بك يقينا ! لقد قلت في نفسي شيءما سمعته
أذناي).فقال : (قل فأنا أسمع) فقال :
Ketika si orang
tua datang, Nabi berkata : "Apa yang terjadi pada anakmu sehingga Ia
mengadukanmu, apakah engkau mau mengambil hartanya ?" Kemudian Ia menjawab
: Bertanyalah kepadanya wahai Rosululloh, apakah aku membelanjakannya,
melainkan untuk salah satu bibinya (saudara perempuan Ayah), atau bibinya (saudara
perempuan Ibu) atau untuk diriku sendiri ?" Kemudian Nabi SAW. berkata
kepadanya :"Tinggalkan Aku dari masalah ini. Beritahukan kepadaku apa yang
telah kau katakan kepada dirimu, apa yang telah didengar oleh kedua
telingamu." Maka orang tua itu berkata : "Demi Alloh wahai
Rosululloh, Alloh masih selalu menambah keyakinan kami kepadamu ! Aku telah
berkata kepada diriku sendiri tentang sesuatu yang telah didengar oleh kedua
telingaku." Kemudian Beliau berkata : "Katakanlah ! Aku akan mendengarkannya."
Lalu Laki-laki itu berkata (ditujukan kepada anaknya):
غذوتك مولودا و علتك يافعا
# تعل بما أحنو عليك و تنهل.
Aku telah
memberimu makan dan mencukupi kebutuhanmu sehingga kau tumbuh menjadi dewasa #
Kau telah aku beri minum dengan segenap kasih sayangku kepadamu dan kau kuberi
minum lagi
إذا ليلة ضاقت بك السقم
لم أبت # لسقمك إلا ساهرا أتململ.
Jika malam,
maka akan terasa sempit ketika sakit menderamu # Akupun tidak tidur karena
sakitmu kecuali harus terjaga merasakan kegelisahan
كأني أنا المطروق دونك بالذي
# طرقت به دوني، فعيناي تهمل.
Tanpa dirimu
seolah-olah Aku merasa terpukul # sebagaimana Kau merasa terpukul tanpa diriku,
maka kedua mataku akan mengalirkan air mata
تخاف الردى نفسي عليك، و
إنني # لأعلم أن الموت وقت مؤجل.
Kau takut akan
kehilangan diriku # dan sesungguhnya Aku pastilah tahu bahwa kematian itu sudah
ditentukan waktunya
فلما بلغت السن والغاية
التي إليها مدى ماكنت فيه أؤمل
Ketika kau
telah mencapai usia (dewasa) dan cita cita yang bisa Aku harapkan
جعلت جزائي غلظة وفظاظة
كأنك أنت المنعم المتفضل
Justru kau
membalasku dengan penderitaan dan permusuhan, seolah-olah kau adalah pemberi
kenikmatan dan keutamaan
فليتك إذ لم ترع حق أبوتي
فعلت كما الجار المجاور يفعل
Maka
seandainya, jika kau tidak menjaga hakku sebagai Ayah, berarti Kau telah berbuat
(sesuatu) seperti apa yang telah diperbuat oleh tetangga sebelah
فحينئذ أخذ النبي صلى الله
عليه و سلم بتلابيب الولد، و سلمه لوالده قائلا له : ( أنت و مالك لأبيك)
Maka saat itu
juga, Nabi SAW menarik krah baju anak tersebut, dan menyerahkannya kepada Sang
Ayah sambil berkata kepadanya: "Kau dan
hartamu milik Ayahmu."
Daftar Isi Muthola’ah KMI PM Darussalam Gontor (lengkap dengan terjemah)